Monday, 26 October 2015

Tips Menata Lemari Es

Hallo, apa kabar semuanya? kalau ngobrolin sesuatu yang saya suka, ngobrolin yang ada di dapur apalagi, beeuh..itu saya semangatnya minta ampun. Semangat karena siapa tahu bakalan ada kekuatan yang mengubah bahan-bahan di lemari es, menjadi kreasi yang membuat mulut melongo dan langsung ingin mencicipinya.

Etapi, pernah enggak sich pas membuka lemari es, breeek pyaaaaar, ada beberapa bahan makanan yang berjatuhan. Ada botol syrup yang jatuh pecah? ada tetesan cairan lengket dari telur yang bikin mumet. Atau, ternyata ada daun bayam yang ternyata sudah berair, membawa bau-bau tidak wangi. Atau ternyata ada tahu bandung yang beneran sudah lupa kapan belinya, ada di wadah makanan? trus lagi, ada sayur asem di dalam mangkuk di atas snack yang sudah terbuka?

Ngelus dada dan bener bikin penyataan "ngapain saja enggaku di rumah?" main game! "ngerasa punya lemari es, enggak sich?" ngeras dong! "sayang sama bahan makanan semuanya di lemari es, kah?" sayang dong!lalu? kenapa jadi begini?!

Lemari Es, Penyimpanan Serba Guna


Pernahkah merasakan hal yang saya ceritakan di atas? ya enggak se drama cerita saya di atas lah. Paling enggak, pernah berpikir apakah lemari es, memang gudang serba simpan? apakah memang semuanya harus disimpan di lemari es dengan cara yang yuk taro, yuk taro. Jujur, ya..ketika saya sedang labil ekonomi, mungkin iya. *Eh, apa sich labil ekonomi? enggak nyambung. Yup, ketika emang sedang crowded, ada sesuatu yang memang sedang diurus. Satu dua kasus, ada yang seperti cerita di atas.

Sesuai dengan fungsinya, tempat penyimpanan yang bisa berupa makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik (#eh iya, kosmetik saya dimasukkan ke dalam lemari es, biar adem saja sich, belum tahu salah atau benarnya).

Fungsinya agar bahan makanan dan minuman tersebut tetap fresh ketika akan disajikan. Alasan saya menyimpan obat-obatan (syrup dan vitamin) serta kosmetik juga sama, terhindar dari debu dan juga kotoran.






Jika semuanya dimasukkan ke dalam lemari , apakah hal tersebut tidak malah menjadi aroma bahan-bahan tersebut tercampur? oh yes, pastinya ya, bu. Namun saya menyiasatinya agar agar agar lebih berhati-hati dan selalu menjaga kerapihan dan kebersihan lemari es.

Tips Menata Lemari Es


Menata lemari es, juga tidak hanya agar bahan makanan dan minuman serta yang lainnya masih fresh. Tetapi, ada manfaat lainnya juga, lho. Mudah untuk menemukan apa yang dibutuhkan, salah satu manfaat lemari es yang ditata dan dijaga kebersihannya.

Saya selalu menyempatkan diri untuk menata lemari es. Saya akan memikirkan terlebih dahulu, jika akan berbelanja kebutuhan makanan. Apakah saya memiliki waktu yang banyak untuk menata dan menyimpannya di dalam lemari es? Jika saya memiliki waktu yang luang, pasti saya akan berbelanja kebutuhan satu minggu.

Paragraf di atas menjadi salah satu tips menata lemari es bagi saya, tips berikutnya, adalah;
  1. Jika type lemari esnya dengan pintu dua, pasti sudah bisa dipisah sendiri ya, antara freezer dan tempat untuk bahan lainnya. Jadi daging dan ikan-ikanan serta bahan beku lainnya di freezer.
  2. Tempatkan sayuran yang paling mudah layu di atas sayuran yang awet / tahan lama.
  3. Sediakan wadah atau tempat transparan untuk memisahkan bahan makanan. Contohnya, masukkan tauge ke dalam wadah transparan, masukkan daun bawang ke wadah lainnya dan sebagainya.
  4. Saya memiliki cara untuk menatanya, dari atas saya menyimpan keju dalam wadah, cokelat mesees dalam wadah, saos dan bahan lainnya yang berupa sacheet di dalam wadah. Bagian berikutnya adalah, bahan makanan dalam wadah yang tahan lama, misalnya wortel dan kentang (#saya masukkan kentang ke dalam kulkas), bagian berikutnya bahan makanan yang tersisa, misalnya martabak manis atau makanan lainnya, tentunya di dalam wadah tertutup. Bagian paling bawah tentunya sayuran.
  5. Pada bagian pintu, ada telur, obat-obatan, syrup dan paling bawah kosmetik *dan saya sedang memikirkan untuk memindahkan kosmetik di bagian paling atas. Mengapa? karena anak saya, kadang menutup kecap atau syrup tidak kencang, jika sedang apes...bakan cair tersebut tumpah dan membuat basah kosmetik, kan?
Memiliki lemari es yang memudahkan jika mengambil? atau terlihat rapih ketika ibu mertua membuka pintu lemari es? mau sekali kan?

@astinas


15 comments:

  1. Wiiih sirupnya bisa muat semuaaw keren

    ReplyDelete
  2. aduh...jadi malu saya. saya mah asal bruk-bruk aja. kadang kl lagi kumat rajinnya ya saya pilah-pilah. kl lagi nggak kumat ya begitulah. hihihi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau lagi kumat malas, enggak belanja akuh, takut malah berantakannya paraah..hehee

      Delete
  3. Saya belum punya lemari es.. :) Tapi sudah punya ide mengatur isi lemari es kalo sdh punya nanti :). Yg pasti telur bakal saya masukkan ke lemari utama, ga di pintu.. hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaah kudet aku, telur emang dimasukkan ke lemari es, ngeri ngeri sedap...apalagi kalau mau bikin kue

      Delete
  4. Wah, manteb nih.

    Anak-anak tuh kalau ambil apa-apa grasak grusuk. Biar aman sih aku ga pakai botol beling jadinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, air minum putih jangan pakai beling, apalagi bekas syrup

      Delete
  5. lemari es ku masih suka berantakan hihihi, enaknya memang pake wadah buat tiap-tiap bahan ya, biar rapi dan gak susah nyarinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada ibuku malah pakai ditulisin wadahnya, tanggal berapa belinya

      Delete
  6. Terima kasih tipsnya.Lemari es saya biasanya berantakan...hiks.

    ReplyDelete
  7. kulkasmu nyenengke maak, isine penuh :D

    ReplyDelete
  8. lemari es saya jarang penuh sih jadi naruh barang dimana aja kalo ada ruang kosong :D

    ReplyDelete
  9. Terima kasih Mbak, informasinya menarik sekali dan bermanfaat.
    Kalau boleh menambahkan, tidak semua obat harus disimpan dalam lemari es. Saya perhatikan dalam gambar, obat sirup diletakkan dalam lemari es.
    Karena cara penyimpanan yang benar ada pada masing-masing kemasan obat. Umumnya disimpan pada suhu kamar (sekitar 25 derajat celcius), jauh dari jangkauan anak-anak. Sedangkan lemari es suhunya < 10 derajat. Hanya obat tertentu yang hasrus disimpan di lemari es, suhunya 2 - 8 derajat. Misalnya obat ambeien (melalui anus), obat ovula (untuk vagina) atau obat vaksin yang memang akan rusak jika suhu tinggi. Sebaiknya dipilah kembali mana obat yang perlu disimpan di lemari es, mana yang tidak. Karena salah dalam menyimpan obat akan mempengaruhi kestabilan dan kimiawi dari obat, yang berakibat pada efeknya dalam pengobatan. Demikian saran saya, semoga berkenan.
    Untuk lebih lengkap informasi tentang obat, silakan kunjungi facebook GeMa CerMat dan fanpage Cerdas Gunakan Obat yang diterbitkan oleh Kemenkes RI.
    Terima kasih.

    Salam,

    Nelly

    ReplyDelete